Stimulasi Tepat Sesuai Usia Si Kecil Stimulasi Tepat Sesuai Usia Si Kecil

Stimulasi Tepat Sesuai Usia Si Kecil

Stimulasi, atau kegiatan yang dilakukan untuk merangsang kemampuan kognitif anak, perlu dilakukan sesuai dengan usia mereka, agar mereka dapat berkembang dengan baik. Selain perkembangan kognitif atau keterampilan berpikir, terdapat juga beberapa aspek perkembangan yang harus diperhatikan, antara lain perkembangan fisik, bahasa, dan sosio-emosional. Setiap aspek perkembangan yang disebutkan, memiliki tahapan perkembangannya masing-masing, sesuai dengan usia Si Kecil. Yuk, ketahui tahapan stimulasi anak di setiap periode tumbuh-kembang dan usianya.

Usia 1-2 Tahun

Selama periode ini, anak tumbuh dan berkembang dengan cepat, jadi disarankan agar para orang tua untuk mengajak Si Kecil berbicara sesering mungkin. Tidak hanya itu, jika Si Kecil sudah dapat mulai tengkurap, coba tengkurapkan selama beberapa saat, untuk membantu memperkuat otot leher dan bahunya. Ini, juga dapat menstimulasi kemampuan anak untuk berguling, duduk, merangkak, dan akhirnya berjalan, nanti. Jangan terlalu lama atau memaksakan kegiatan ini, dan jika Si Kecil sudah mulai menangis atau merasa tidak nyaman, segera gendong dan berikan pelukan untuknya. Kegiatan ini juga dapat menambah dan memperkuat hubungan Expert Moms and Dads dengan Si Kecil. Terutama di usia 18 bulan hingga 2 tahun, mereka membutuhkan tidur yang cukup, nutrisi yang baik, dan ikatan atau hubungan yang kuat dan dicintai oleh orang tua atau pengasuhnya. Hindari memukul anak karena dapat menyebabkan trauma fisik dan mental dalam jangka panjang.

Usia 2-3 Tahun

Saat memasuki periode 2-3 tahun, perkembangan anak menjadi semakin kompleks, dan biasanya sudah mulai lancar berbicara dengan setidaknya 50 kosakata yang sudah mereka ingat. Dalam periode ini, mereka juga sudah bisa menemukan benda-benda yang disembunyikan, menaiki dan menuruni tangga, dan berlari menendang bola. Si Kecil dapat diajarkan untuk mengenal dan menyebutkan berbagai nama warna, teman, dan diajarkan menyikat gigi, buang air besar atau kecil di toilet (toilet training), dan menggambar bentuk. Memasuki 3 tahun, Si Kecil juga dapat diajarkan cara memegang pensil, berhitung, mengenal huruf dan angka, dan melakukan berbagai aktivitas mandiri, untuk menyiapkan diri mereka memasuki usia pra-sekolah.

Usia 3-5 Tahun

Periode ini, adalah periode pra-sekolah, di mana mereka diharapkan tumbuh lebih mandiri dengan lingkungan lebih luas seperti teman baru, pengalaman baru, untuk menyiapkan mereka memasuki sekolah. Ajarkan mereka untuk mengerjakan pekerjaan rumah (homework) sederhana, dan tetap konsisten menunjukkan atau mencontohkan perilaku yang Anda harapkan dari mereka. Bantu mereka menyelesaikan masalah, dan jangan lupa mengawasi anak-anak di lingkungan bermain mereka. Di usia ini, hubungan Si Kecil dengan teman-teman akan berpengaruh besar, dan mereka ditantang untuk mampu beradaptasi dengan lingkungan akademik dan sosial. 

Perlu diingat, setiap anak memiliki kecepatan berkembangnya masing-masing. Periksakan dan konsultasikan tumbuh-kembang anak setiap kali berkunjung ke dokter, catat tahapan-tahapan tumbuh-kembang anak agar dapat selalu memonitor tumbuh-kembang mereka dengan baik, dan pastikan kebutuhan nutrisi serta istirahat mereka cukup.

 

Sumber:

dr. Nitish Basant Adnani BMedSc Msc, Š—“Stimulasi yang Tepat Sesuai Usia AnakŠ—, Klikdokter, 22 Mei 2020

EmptyView