Waspada Penyakit Campak yang Sedang Marak di Indonesia Waspada Penyakit Campak yang Sedang Marak di Indonesia

Waspada Penyakit Campak yang Sedang Marak di Indonesia

Mengutip dari laman Siloam Hospital, penyakit campak merupakan infeksi yang biasanya terjadi pada masa balita, kanak-kanak sampai orang dewasa yang disebabkan oleh virus Morbillivirus. Secara umum, gejala dari penyakit campak dapat berupa demam, batuk, dan pilek yang disertai dengan timbulnya bintik-bintik atau ruam kemerahan pada kulit. Biasanya, gejala ini akan mulai muncul sejak 4 hari sebelum timbul gejala hingga 4 hari setelah gejala mereda.

 

Perlu diwaspadai juga nih Moms, kalau penyakit campak ini juga merupakan salah satu penyakit menular dan bisa menyebabkan komplikasi jika tidak mendapat pengobatan yang tepat. Komplikasi pada penyakit campak bisa menjadi pneumonia atau peradangan paru-paru yang disebabkan oleh infeksi berat, radang otak atau ensefalitis, hingga infeksi pada selaput mata yang dapat menyebabkan penderita mengalami kebutaan.

 

Menurut dr. Anggraini Alam, Sp. A (K) dari IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), telah terjadi lonjakan pada kasus penyakit campak hingga 30 kali lipat pada tahun 2023 dibandingkan tahun 2021. Hal ini terjadi karena menurunnya tingkat vaksinasi penyakit campak pada anak sebagai efek dari pandemi Covid-19 yang membuat para orang tua tidak membawa si Kecil ke fasilitas kesehatan secara rutin.

 

Maka dari itu, Moms harus tetap waspada ya dengan coba kenali gejala penularannya dan menerapkan tips #ExpertChoice ini untuk mencegah penyakit campak pada Moms dan juga si Kecil. 

Gejala penyakit campak

Menurut dr. Dhani P. S. Widodo Sp.A dari laman Mitra Keluarga, pada umumnya, gejala penyakit campak berlangsung dalam beberapa minggu, mulai 7-14 hari saat seseorang terpapar oleh virusnya. Sementara, untuk masa penularannya mulai terjadi saat 4 hari sebelum ruam muncul hingga 4 hari setelah timbulnya ruam. Berikut gejala lain penyakit campak yang wajib Moms tahu:

  • Demam dengan suhu lebih dari 38 derajat disertai dengan batuk, pilek, mata berair maupun mata merah. Gejala ini biasanya terjadi selama 3 hari atau lebih.
  • Muncul bintik-bintik atau ruam kemerahan pada sekujur tubuh. Tanda-tanda ini biasanya muncul selama 3 hari atau lebih pada kisaran 4-7 hari hingga menjalar keseluruh tubuh si Kecil.

Dilansir dari laman Halodoc, penyakit campak bisa menular melalui droplet atau air liur yang menyebar melalui udara, karena virus campak ini ada di dalam cairan yang dikeluarkan pada saat bersin ataupun batuk. Selain itu, virus campak juga bisa bertahan pada permukaan benda selama beberapa jam dan menempel pada benda lainnya yang ada di sekitar kita loh, Moms.

Pencegahan penyakit campak

Selain menerapkan gaya hidup yang sehat dan bersih, terdapat beberapa cara untuk pencegahan penyakit campak pada Moms dan si Kecil nih. Berikut penjelasan selengkapnya mengutip dari laman Siloam Hospital:

  • Berikan vaksinisasi campak

Upaya pencegahan penyakit campak yang paling penting adalah vaksinasi MMR dan MMRV. Vaksin MMR merupakan vaksin yang berguna untuk melindungi dari penyakit campak, gondongan dan juga rubela. Sementara itu, untuk vaksin MMRV tidak hanya berguna untuk penyakit campak, gondongan dan rubela, tetapi juga melindungi dari penyakit cacar air.

  • Melakukan pola hidup yang sehat dan bersih

Moms bisa ajarkan si Kecil pola hidup sehat dan bersih seperti rajin mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah melakukan aktivitas. Serta, Moms bisa biasakan si Kecil untuk tidak berbagi barang pribadi dengan orang yang sedang sakit.

  • Menghindari interaksi dengan penderita

Terakhir, Moms bisa ajarkan si Kecil untuk menghindari interaksi dengan orang yang sedang sakit, baik itu berbicara, bersentuhan, atau menggunakan barang yang sama. Jika memang diharuskan untuk berinteraksi secara langsung, Moms bisa menggunakan masker, handsanitizer dan jangan lupa untuk kembali mencuci tangan dengan sabun dan air bersih ya.

Nah, itulah informasi seputar penyakit campak dan tips yang bisa Moms lakukan untuk mencegah penyakit campak. Bila Moms menemukan gejala penyakit campak yang serupa, segera kunjungi dokter terdekat ya untuk dapat penanganan lebih lanjut. Jangan lupa juga untuk rencanakan vaksinasi campak di pusat kesehatan terdekat untuk si Kecil supaya menjaga imunnya. Nantikan tips #ExpertChoice dari Sweety selanjutnya ya.

 

Source: 

Siti Nadia Tarmizi, M. Epid, dr. 2023. Š—“Waspada, Campak Jadi Komplikasi Sebabkan Penyakit BeratŠ—.https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20230120/1642247/waspada-campak-jadi-komplikasi-sebabkan-penyakit-berat/. Diakses pada 6 Februari 2023 pukul 13.00 WIB.

Mitra Keluarga. 2022 Š—“Campak pada Anak, Waspadai Gejala dan PenularannyaŠ—. https://www.mitrakeluarga.com/artikel/artikel-kesehatan/campak. Diakses pada 6 Februari 2023 pukul 13.00 WIB.

Siloam Hospital. 2023. Š—“Ketahui Cara Pencegahan Campak pada Anak Sejak DiniŠ—. https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/pencegahan-campak . Diakses pada 6 Februari 2023. pukul 14.00 WIB.

Rizal Fadli, dr. 2020. "Hati-hati, Bukan Cuma dari Percikan Liur Saja Virus Campak Bisa MenyebarŠ—. https://www.halodoc.com/artikel/hati-hati-bukan-cuma-dari-percikan-liur-saja-virus-campak-bisa-menyebar. Diakses pada 6 Februari pukul 13.00 WIB.

Rizal Fadli, dr. 2020. "Ini Langkah-langkah untuk Mencegah CampakŠ—. https://www.halodoc.com/artikel/ini-langkah-langkah-untuk-mencegah-campak-pada-anak. Diakses pada 6 Februari pukul 13.00 WIB.

https://www.shutterstock.com/image-photo/little-boy-suffered-skin-allgery-baby-1133254388

EmptyView