5 Jenis Kontraksi Kehamilan dan Cara Mengatasinya 5 Jenis Kontraksi Kehamilan dan Cara Mengatasinya

5 Jenis Kontraksi Kehamilan dan Cara Mengatasinya

Kontraksi saat hamil, tidak hanya terjadi mendekati persalinan. Di beberapa kasus, ibu hamil dapat mengalami kontraksi, bahkan saat usia kandungannya masih jauh dari tanggal persalinan. Kontraksi sebelum waktu persalinan, tentunya menyebabkan rasa khawatir, terutama untuk Expert Moms yang baru pertama mengalami kehamilan. Yuk, kenali jenis-jenis kontraksi yang mungkin dialami saat hamil, dan bagaimana cara mengatasinya.

1. Kontraksi Dini

Kontraksi dini biasanya terjadi di trimester pertama kehamilan. Kondisi ini terjadi karena tubuh masih mengalami proses penyesuaian terhadap berbagai perubahan yang terjadi. Perut terasa mengencang karena peregangan jaringan ikat di sekitar rahim yang biasanya diikuti oleh perut kembung, sembelit, dan kekurangan cairan. Ini hal yang normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Namun perlu diwaspadai, apabila kontraksi tidak kunjung hilang dan disertai bercak. Segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

2. Kontraksi Palsu

Kontraksi palsu atau Braxton Hicks, sering terjadi pada kehamilan di usia 32 - 34 minggu. Kontraksi dapat berlangsung selama 30 menit sekali, dengan durasi sekitar 30 detik. Kontraksi palsu ditandai dengan munculnya nyeri perut dan terasa seperti kram saat menstruasi. Atasi kontraksi palsu dengan merelaksasikan diri berendam di air hangat. Jika kontraksi semakin kuat dan interval semakin pendek bahkan setelah relaksasi tersebut, segera hubungi dokter. Karena bisa jadi, ini tanda persalinan yang sudah dekat.

3. Kontraksi Saat Berhubungan Intim

Biasanya, dokter akan menyarankan untuk tidak berhubungan intim hingga usia kehamilan memasuki bulan ke-4, dan di bulan ke-8. Ini disebabkan, sperma mengandung hormon prostaglandin yang dapat menyebabkan kontraksi pada rahim, dan berujung pada keguguran atau kelahiran prematur.

4. Kontraksi Inersia

Kontraksi kehamilan ini sering terjadi pada ibu dengan proses persalinan yang lemah, pendek, atau tidak sesuai fase. Kontraksi inersia disebabkan oleh kurangnya nutrisi dan gizi saat hamil, anemia, hepatitis, TBC, dan miom. Kontraksi inersia terbagi menjadi dua, yaitu primer dan sekunder. Tingkatan primer terjadi saat tidak ada kontraksi sama sekali ketika hendak bersalin, dan sekunder saat kontraksi terjadi di awal, namun menghilang begitu saja.

5. Kontraksi Persalinan

Terakhir, adalah kontraksi persalinan yang sebenarnya. Menjelang persalinan normal, ibu hamil akan mengalami kontraksi yang berlangsung 3 kali dalam 10 menit, dengan durasi 20 - 40 detik. Frekuensi kontraksi akan meningkat hingga 5 kali dalam 10 menit, disertai dengan keluarnya lendir bercampur darah, yang menandai pecahnya ketuban serta dorongan mengejan. Segera pergi ke dokter atau bidan, agar Si Kecil lahir dengan aman!

Itulah 5 jenis kontraksi yang dapat dialami saat menghadapi kehamilan, dan cara mengatasinya. Tetap waspada, dan sehat selalu ya, Moms!

 

Sumber:

Š—“Ini Dia 5 Jenis Kontraksi Saat Hamil dan Cara MengatasinyaŠ—, Halodoc, 5 November 2017

EmptyView