Tips Merawat Kulit Bayi Baru Lahir Tips Merawat Kulit Bayi Baru Lahir

Tips Merawat Kulit Bayi Baru Lahir

Saat baru lahir, bayi membutuhkan waktu beradaptasi dengan lingkungan barunya di luar rahim ibu, tak terkecuali kulitnya. Dalam proses adaptasi ini, kulit bayi baru lahir mungkin memiliki kondisi kulit yang terlihat kekuningan, bersisik, atau beruntusan karena bintik-bintik kecil. Karena kulit bayi baru lahir masih sensitif dan rentan iritasi, penting untuk mengetahui cara merawatnya dengan tepat. Tapi sebelum mengetahui apa saja tipsnya, yuk kenali dulu kondisi yang mungkin terjadi untuk kulit bayi baru lahir.

Bercak Biru, Ruam Merah, dan Kulit Kuning

Bayi dapat lahir dengan bercak biru di beberapa bagian tubuhnya. Kondisi kulit ini, dinamakan juga dengan bercak Mongol atau congenital dermal melanocytosis. Selain bercak biru, pada kulit bayi baru lahir juga bisa ditemukan adanya ruam kemerahan pada dada, punggung, wajah, lengan dan kakinya. Kondisi ini disebut erythema toxicum dan akan hilang sendiri dalam kurang lebih 1 minggu. Selain bercak biru dan ruam kemerahan, beberapa bayi juga ditemukan dalam kondisi kulit yang terlihat kuning. Hal ini terjadi karena organ hari yang belum cukup matang untuk memroses dan membuang bilirubin ke saluran cerna dengan baik. Warna kuning ini biasanya akan menghilang dengan sendirinya dalam jangka waktu 2-3 minggu. Expert Moms juga bisa menjemur bayi untuk mengobati kulit kuning pada bayi baru lahir. Namun, jangan lupa pakaikan topi dan pakaian yang dapat melindungi tubuhnya, serta hindari berjemur lebih dari 15 menit. Jemur Si Kecil di bawah jam 10 pagi. Jika dilakukan di atas jam 10, kadar ultraviolet pada sinar matahari sudah terlalu tinggi dan tidak baik untuk kulit Si Kecil.

Biang Keringat, Jerawat, dan Pengelupasan Kulit

Dengan kondisi kulit yang masih tipis dan sensitif, kulit bayi baru lahir rentan mengalami iritasi. Karenanya, banyak bayi baru lahir yang mengalami biang keringat atau milia di sekitar hidung, pipi, bawah mata, atau dagunya. Tidak hanya itu, kulit bayi baru lahir pun bisa memiliki jerawat di area wajah, yang dinamakan acne neonatorum. Kondisi ini, biasanya juga akan hilang seiring waktu berjalan dan Si Kecil beradaptasi. Selain itu, dalam minggu-minggu awal kelahirannya, kulit Si Kecil akan mengalami pengelupasan yang terjadi karena proses peluruhan vernix, atau lapisan tebal yang menyelubungi kulit bayi selama dalam kandungan. Jumlah dan lamanya proses pengelupasan kulit ini, bervariasi tergantung usia bayi saat dilahirkan; apakah prematur, cukup bulan, atau lewat bulan.

Setelah mengetahui beberapa kondisi kulit yang mungkin dialami bayi baru lahir, berikut tips untuk merawat kulit Si Kecil agar terhindar dari masalah kulit, karena kondisi kulitnya yang masih sensitif dan tipis:

  • Jangan memandikan bayi terlalu sering, karena dapat menyebabkan kulit Si Kecil kering dan lebih mudah iritasi serta terkena infeksi.
  • Bersihkan permukaan kulit Si Kecil dengan washcloth yang halus, dan gosok kulitnya dengan lembut.
  • Gunakan sabun dan sampo khusus bayi.
  • Oleskan pelembab khusus kulit bayi, untuk menjaga kelembapan kulitnya.
  • Hindari menaburkan bedak di tubuh bayi baru lahir, dan jauhkan dari paparan sinar matahari langsung terlalu lama, di atas jam 10.

 

Sumber:

dr. Kevin Adrian, “Memahami Kondisi Kulit Bayi Baru Lahir dan Tips untuk Merawatnya", Alodokter, 23 April 2021

dr. Kevin Adrian, “Ketahui Berbagai Efek Sinar Matahari bagi Tubuh", Alodokter, 9 Februari 2021

EmptyView